Perbedaan Besi dan Baja

Banyak orang menilai besi dan baja miliki kesamaan didalam sistem pembuatan suatu bangunan. Bila dicermati berasal dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), besi adalah logam yang keras dan kuat dan juga banyak sekali kegunaanya ( sebagai bahan pembuatan senjata, mesin, dan sebagainya). Sedangkan baja adalah logam yang keras. Dikenal pula baja beton yaitu baja tertentu yang digunakan untuk konstruksi beton.

Secara lengkapnya besi adalah unsur yang berupa beberapa besar bagian inti luar dan didalam bumi. Berdasarkan kelimpahannya, besi merupakan unsur keempat paling besar pada kerak bumi. Unsur ini berupa reaktif pada oksigen dan air Distributor Besi dan Baja .

Baca: Kegunaan Besi Baja Untuk Kebutuhan Konstruksi

Logam besi murni ini relatif lembut tapi tidak mampu dihasilkan lewat sistem peleburan. Sedangkan logam besi mentah kala ini diproduksi di tanur tinggi dengan mereduksi bijih besi mengfungsikan batu bara supaya menghasilkan besi kasar (pig iron). Kemudian besi kasar ini diproses kembali sedemikian rupa untuk kurangi persentase karbon yang terdapat di dalamnya.

Sedangkan Baja adalah logam yang dihasilkan berasal dari paduan beberapa logam lainnya. Di antaranya meliputi besi, karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, dan juga beberapa kecil aluminium, nitrogen, dan oksigen. Perbedaan karakteristik baja biasanya disebabkan oleh pemakian bahan-bahan tambahan yang berbeda-beda layaknya nikel, titanium, krom, vanadium, boron, niobium, dan molydenum.

Pemakaian karbon pada sistem pembuatan baja memiliki tujuan untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tariknya. Jadi karbon berperan sebagai pengeras dengan menahan bergesernya dislokasi pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi.